Adalah sebuah dinding, menjulang tinggi tak terlihat di cakrawala.
Dipisahkan oleh dinding, yang kokoh tiada tanding.
Dinding yang bersiap menjatuhkan siapa saja yang ingin melompatinya.
Menggigil ngilu,ketika cinta ini kalah besar dengan dinding itu.
Menghancurkannya, menjatuhkannya, menghempaskannya.
Berat langkah harapan yang telah dibangun, akan runtuh menjadi puing-puing berserakan hingga tak ada yang memungutinya.
Siapa yang tau.
Kepadanya yang abu-abu, aku memperjuangkanmu.
Selasa, 29 Januari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ada apa denganmu?
Ada apa denganmu? Narasi yang kau lontarkan kala itu, kini terinjak oleh kakimu sendiri. Seharusnya kau bertanggung jawab atas apa-apa saj...
-
Seperti biasa, Lisa duduk sendiri di pagi hari bersama ikan peliharaannya. Pagi itu angin begitu lembut berhembus. Udara segar yang menyelim...
-
Masa lalu yang kuceritakan hari ini adalah tentangmu. Bukan, ini tentang kita. Saat dimana kita tidak mengerti makna mencintai sebenarnya. M...
-
Aku menghargai semua usahamu untuk kita menjadi seperti dulu Bukan aku tak ingin, aku sangat ingin, merasakan suasana seperti dulu. Tertaw...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar