Gemercik hujan yang jatuh tiba-tiba di kalut malam
Mengagetkan siapa saja yang sedang memejamkan mata dan mengira
Mengagetkan siapa saja yang sedang memejamkan mata dan mengira
Kamu adalah hujan, yang datang mengetuk atap rumahku, datang mewakili rindu
Memaksaku menarik selimut, agar aku membayangkan kamu adalah selimut itu, memelukku mesra
Memaksaku menarik selimut, agar aku membayangkan kamu adalah selimut itu, memelukku mesra
Aku mencoba menghitung tetesan hujan malam itu, memejamkan mata, membayangkan aku sedang bersamamu kedinginan di bawah hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar