Kamis, 14 Februari 2019

Ketika Hujan Datang


Gemercik hujan yang jatuh tiba-tiba di kalut malam
Mengagetkan siapa saja yang sedang memejamkan mata dan mengira

Kamu adalah hujan, yang datang mengetuk atap rumahku, datang mewakili rindu
Memaksaku menarik selimut, agar aku membayangkan kamu adalah selimut itu, memelukku mesra

Aku mencoba menghitung tetesan hujan malam itu, memejamkan mata, membayangkan aku sedang bersamamu kedinginan di bawah hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada apa denganmu?

Ada apa denganmu? Narasi yang kau lontarkan kala itu, kini terinjak oleh kakimu sendiri. Seharusnya kau bertanggung jawab atas apa-apa saj...